Wisuda Unindra, Buktikan Konsistensi Dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Bertempat di Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah, pada Selasa 15 September 2026 Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) menggelar Prosesi Wisuda yang ke-104, Wisuda Sarjana dan Magister tersebut diikuti oleh 1200 wisudawan, yang terdiri atas 1.050 Wisudawan Sarjana ( S1 ) dan 150 jenjang Magister ( S2 ), Rektor Unindra Prof. H Sumaryoto mengaku bersyukur dalam perjalanan Unindra telah berusia 22 tahun, perjalanan panjang dengan berbagai macam kesulitan, yang dimulai dari covid-19 yang lalu, namun Alhamdulillah kita masih tetap eksis, dan sudah melengkapi semua jenjang pendidikan akademik maupun vokasi.
Untuk akademik Unindra sudah memiliki jenjang S3 atau program Doktor, dan semester ini sudah menginjak semester 5, artinya tahun depan kita sudah lengkap mewisuda dari jenjang S1, S2 dan S3. Ini wujud Unindra secara konsisten mengikuti aturan Pemerintah , termasuk rasio dosen, dan S3 hanya menerima 10 orang mahasiswa setiap semester, Dan Unindra saat ini juga sudah membuka pendidikan profesi, Kita mulai menerima program pendidikan Profesi Konselor dan kita sudah mulai menerima mahasiswa sebanyak 66 orang yang terdiri atas dua kelas. dan terima kasih kepada bapak LL - DIKTI dan jajaran Dikti, kita sudah dipercaya menjadi PTS yang pertama kali mendapat kepercayaan membuka pendidikan profesi konselor, ungkap Prof Sumaryoto.
Ini adalah suatu bukti bahwa Unindra bukan sekadar melakukan pendidikan untuk para mahasiswa yang akademik dan non akademik, tapi juga para guru yang butuh peningkatan secara profesional melalui pendidikan IT, Kita telah mengikuti berbagai macam aturan dari pemerintah khususnya tentang pengembangan kurikulum, Alhamdulillah kurikulum Unindra juga sudah mengikuti ketentuan yang ada, tambahnya.
Sementara dalam sambutannya , Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-DIKTI ) Wilayah III Jakarta, Dr Henry Toga Hasiholan Tambunan SE, MA menegaskan bahwa Wisuda ke 104 ini merupakan pencapaian Gemilang bagi Universitas Indraprasta PGRI, tentunya mencapai gelaran wisuda ke 104 ini bukanlah perjalanan yang singkat, namun ini membuktikan konsistensi Unindra dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Unindra dikenal dengan identitasnya yang merakyat, kampus yang memberikan akses pendidikan luas tanpa mengorbankan Marwah kualitas akademik, dari kampus ini telah lahir ratusan ribu pendidik, ratusan ribu inovator dan tenaga profesional yang tangguh.
Kebijakan pendidikan tinggi kita saat ini berfokus pada desain teks "berdampak", bahwa ijazah yang adik-adik genggam, tidak berhenti sebagai dokumen administratif, pengetahuan sains teknologi maupun ilmu keguruan yang adik-adik pelajari, namun harus bertransformasi menjadi solusi atas masalah nyata di masyarakat.
Kesarjanaan yang hari ini disematkan di belakang nama adik-adik, bukanlah akhir dari proses belajar, itu menjadi tiket masuk menuju tanggung jawab yang lebih besar. Untuk itu saya menitipkan tiga pesan penting sebagai bekal perjalanan adik-adik sekalian. yang pertama kemampuan beradaptasi sebagai nafas karir adik-adik akan memasuki dunia yang ditandai oleh pergeseran paradigma kerja dan percepatan transformasi digital, metode pengajaran konvensional dan cara kerja tradisional, selalu memperbaharui literasi digital dan kompetensi keilmuan, tanpa kehilangan sentuhan.
Kedua transformasikan presidensi menjadi keunggulan, profesional menempuh pendidikan tinggi, menuntut pengorbanan waktu, pengorbanan tenaga dan tentunya pengorbanan finansial. Dan Adik-adik yang berhasil melampaui tantangan fokus tantangan membagi fokus antara tuntutan akademik dan tanggung jawab profesional atau keluarga yang telah tertempa, yang telah ditempa di kampus Unindra. jadilah agen perubahan yang berpijak pada integrasi moral intelektual, sehingga dapat mengantarkan adik-adik pada posisi-posisi strategis, pintanya.
Namun hanya etika dan karakter yang akan menjaga saudara tetap berada di sana, keputusan baik di ruang kelas baik di instansi pemerintah maupun di dunia korporat pastikan adik-adik berdiri di atas prinsip kejujuran dan etika profesi.
Saya turut bersukacita atas keberhasilan putra-putri bapak dan ibu Wisudawan, semoga kebanggaan hari ini menjadi titik tolak kesuksesan yang lebih besar di masa depan, semoga UNINDRA terus berinovasi menjaga Marwah pendidikan dan semakin berjaya dalam melahirkan Insan - Insan Cendekia yang membawa dampak bagi Indonesia, pintanya.
Ketua YPLP PGRI DKI Jakarta, Drs. Diding Zainuddin, MM dalam sambutannya mengapresiasi kerja keras Pimpinan Unindra, Dosen, Karyawan, Mahasiswa serta seluruh Civitas Unindra yang mampu meraih berbagai prestasi dalam dan luar negeri, hingga mendapat kepercayaan masyarakat, terbukti dengan jumlah mahasiswa yang cukup banyak, dan Yayasan mengapresiasi program pelestarian budaya melalui pergelaran wayang kulit, bahkan Unindra telah berkolaborasi dengan Stasiun TV, bahkan Unindra turut memperkenalkan Budaya Indonesia dengan Wayang Kulit hingga ke luar negeri, seperti Rusia, India, Malaysia, Singapura, Belanda dan negara lain, paparnya.
Apresiasi Yayasan juga diberikan atas pembukaan beberapa program studi baru, seperti Profesi Konselor bahkan telah mendapatkan izin program Doktor Pendidikan (S3) ini wujud kesungguhan dari seluruh Civitas Unindra sebagai perguruan tinggi yang berkembang dan maju, dan telah menjadi kebanggaan kita semua, dan prestasi-prestasi yang telah diraih tersebut, diharapkan terus menjadi berkomitmen untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan prosesi wisuda ini sebagai pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan, Pengurus yayasan mengucapkan selamat pada wisudawan atas keberhasilan anda, sebagai bentuk pengakuan kompetensi yang saudara raih dan memiliki tanggung jawab yang lebih tinggi dari sebelumnya, untuk berbakti kepada masyarakat dan bangsa, pinta Drs. Diding Zainuddin, MM.
Dr. H Adi Dasmin, Ketua PGRI Provinsi DKI Jakarta dalam sambutannya juga menegaskan bahwa prosesi Wisuda merupakan momen yang sangat representatif dan akan dicatat oleh para wisudawan karena nama saudara ada tambahan gelar yang sangat bermartabat, ada yang mendapatkan gelar Magister, ada yang mendapatkan gelar sarjana S1.
Ini merupakan satu kegiatan yang sangat bersejarah dan ini adalah salah satu kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh saudara Wisudawan Wisudawati, acara yang sangat ditunggu pada akhir dari proses akademik di salah satu Universitas Indonesia yaitu Universitas Indraprasta PGRI.
Pengertian wisuda adalah upacara peneguhan atau pelantikan bagi yang telah menempuh pendidikan tinggi, saudara-saudara menggunakan atribut wisuda Toga identik dengan warna hitam, dimana warna hitam melambangkan keagungan, warna hitam mempunyai kesan misterius dan juga gelap tapi jelas yang berarti misteri dan kegelapan inilah yang harus dikalahkan oleh seorang Sarjana dan Magister dengan ilmu pengetahuan yang selama ini didapatkan di masa kuliah.
Sarjana maupun Magister diharapkan dapat menyikapi tentang kegelapan, jubah yang berwarna hitam bermakna memiliki keagungan seperti jubah para hakim atau Pemuka-pemuka Agama, pada Toga atau topi wisuda dimaksudkan agar mahasiswa dan mahasiswi yang telah lulus menempuh pendidikan selama kuliah dituntut untuk berpikir secara terbuka tidak menilai suatu pemikiran dari satu sudut saja. pada topi wisuda kiri ke kanan ternyata pemindahan tali pada topi Toga diibaratkan sebagai otak sebelah kiri karena pada saat kuliah mahasiswa menggunakan otak kiri, hubungan dengan materi, ketika wisuda tali dipindahkan ke kanan dengan harapan saudara lebih menggunakan otak yang kanan, yang berhubungan dengan daya ibadinasi, kreativitas dan inovasi.
Sebagai seorang sarjana hendaknya terus belajar dan menambah wawasan walaupun, sudah lulus dan diwisuda, ungkap Dr Adi Dasmin.









