WUJUDKAN BUDAYA NASIONALIS RELIGIUS MELALUI PENDIDIKAN KADERISASI PARTAI, MASRUR ANHAR RAIH GELAR DO

Nurul KRedaksi - Kamis | 02 Juli 2026 | WIB
WUJUDKAN BUDAYA NASIONALIS RELIGIUS MELALUI PENDIDIKAN KADERISASI PARTAI, MASRUR ANHAR RAIH GELAR DO
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA



Mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta, setelah menghadapi ujian terbuka program Pascasarjana Universitas Islam Jakarta, pada Rabu 1 Juli 2026, akhirnya Promovendus Masrur Anhar di nyatakan "Lulus" dan berhak menyandang Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam, dan menjadi lulusan yang ke 87.

Dalam ujian terbuka Promovendus Masrur Anhar diuji oleh 6 Dewan penguji diantaranya Ketua penguji, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si (Rektor Universitas Islam Jakarta), Sekretaris penguji, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta), serta anggota Prof. Dr. Marhamah, M.Pd (Guru Besar Universitas Islam Jakarta), Dr. Attabik Luthfi, M.A (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Farhana, M.Pdi, MH (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta) serta Penguji Eksternal Prof. Dr. Bunyamin, M.Pd.I. (Dosen Besar Universitas Muhammadiyah).

Dalam Desertasinya, Masrur Anhar mengangkat tema "Analisis Model Pendidikan Kader, pada Badan Kaderisasi Partai Untuk Mewujudkan Budaya Nasionalis Religius (Studi Kasus Partai Bulan Bintang), dan penelitian tersebut dilatarbelakangi dengan masih adanya kasus Korupsi yang melibatkan kader-kader partai, baik di pusat maupun daerah, sehingga dengan pendidikan kader yang menekankan pada Budaya Nasional Religius akan mampu menekan tindak Pidana Korupsi khususnya di lingkup partai politik, dan dengan kaderisasi yang baik diposisikan sebagai instrumen strategis dalam membangun karakter ideologis, moral, dan kepemimpinan kader secara terpadu.

Analisis yang dilakukan di Partai Bulan Bintang ini dengan Model yang dirancang untuk memastikan keselarasan antara visi partai yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dengan komitmen kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendidikan kader tidak hanya berorientasi pada penguasaan ideologi dan strategi politik, tetapi juga pada proses internalisasi nilai-nilai religius yang membentuk integritas pribadi, etika politik, serta tanggung jawab sosial kader.

Dan hasil penelitian ini menunjukan Para kader mengalami peningkatan dalam pemahaman ideologis, kedisiplinan organisasi. Dengan demikian, proses pendidikan kader yang berlangsung selama ini telah berperan penting dalam membangun basis kader yang kuat, berkomitmen, dan siap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan cita-cita Partai Bulan Bintang sebagai partai berideologi Islam yang menjunjung tinggi keutuhan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Usai menguji Promovendus Masrur Anhar, Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta, Prof Dr. Dede Rosyada MA menegaskan, bahwa Karya Penelitian Dr Masrur Anhar ini merupakan model pembinaan kader partai, dengan mengkombinasikan antara Nasionalis dan Religius, dengan pola pembinaan dan output yang dapat membentuk kader partai yang berkarakter Nasionalis Religius, hanya saja politik di masyarakat sebagaimana yang diungkapkan Dr Masyur Anhar masyarakat pemilih saat ini masih mengedepankan politik uang, dengan istilah NPWP yaitu Nomer Piro Wani Piro, padahal seharusnya pemilih bisa melihat calon wakil rakyat yang memiliki kapasitas, midelitas serta kader yang baik, sehingga negara akan lebih maju, aman. Serta merubah politik nasional ke arah yang lebih baik, namun untuk merubahnya membutuhkan cukup waktu, sehingga peran partai politik juga sangat dibutuhkan dalam mendewasakan masyarakat dalam berpolitik yang baik, ungkap Prof Dede Rosyada.

Sementara Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Ir Raihan, M.Si juga mengapresiasi karya penelitian Dr Masrur Anhar, sebagai lulusan program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta, yang dengan karya Desertasinya tentang pola Pendidikan Kader Partai dengan menekankan pola pendidikan keislaman serta kebangsaan dengan model yang berkembang saat ini, di era globalisasi, mudah - mudahan bisa diikuti oleh kader partai serta menjadi model pembinaan kader di partai Bulan Bintang serta partai lain dalam membentuk kader yang berkarakter Nasionalis Religius, ungkap Prof Raihan. (Red)