Diuji 6 Profesor, Heru Budi Santoso Raih Gelar Doktor Dengan Nilai Cumlaude
Ujian Sidang Terbuka Guna memperolah Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam pada Program Doktor Pascasarjana (S3) Universitas Islam Jakarta, yang digelar di Aula Bab Al-Rusydi, Kampus Universitas Islam Jakarta, pada Selasa 120 Mei 2026, kembali meluluskan satu Mahasiswa Program Doktor PAI UID, dimana dua peserta Ujian, yaitu Promovenda Heru Budi Santoso hingga berhasil mempertahankan desertasi didepan Senat Sidang Terbuka dalam agenda Ujian Terbuka Program Doktor Pendidikan Agama Islam UID.
Dewan Penguji dalam Sidang Senat terbuka yang diajukan untuk memenuhi salahsatu syarat ujian guna memperoleh Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam pada program Doktor Pascasarjana Universitas Islam Jakarta tersebut diantaranya, Ketua Penguji Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si. (Rektor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. (Ka. Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Marhamah, M.Pd (Dosen Tetap PPs Universitas Islam Jakarta), Prof. Dr. Bedjo Suyanto, M.Pd (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta), Dr. Popi Puadah (Dosen Tetap Universitas Islam Jakarta) serta Penguji Eksternal Prof. Dr. Hesti Sudyadi, SE., M.Si. (Dosen tetap SekolahTinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya).
Desertasi karya penelitian yang diajukan Heru Budi Santoso dengan tema "PENGARUH KEPEMIMPINAN DOSEN KARISMATIK DAN TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN DOSEN TERHADAP KINERJA PEMBELAJARAN YANG DIMEDIASI KETERRLIBATAN MAHASISWA"
Dimana Promovendus Heru Budi Santoso menegaskan bahwa penelitian dengan judul Pengaruh Kepemimpinan Dosen Karismatik dan Penggunaan Teknologi Dosen Terhadap Kinerja Pembelajaran yang Dimediasi Keterlibatan Mahasiswa tersebut dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan mahasiswa dan variasi kinerja pembelajaran pada lingkungan pendidikan tinggi berbasis agama yang menerapkan pembelajaran daring. Salah satu faktor utama yang diduga memengaruhi fenomena tersebut adalah gaya kepemimpinan dosen serta kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran.
Permasalahan yang diidentifikasi dalam penelitian ini ialah kurangnya pemahaman empiris mengenai bagaimana kepemimpinan dosen karismatik dan penggunaan teknologi berpengaruh terhadap kinerja pembelajaran mahasiswa, dengan keterlibatan mahasiswa sebagai variabel mediasi, terutama dalam konteks lintas tradisi agama Islam dan Buddha di Indonesia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara empiris pengaruh langsung dan tidak langsung kepemimpinan dosen karismatik serta penggunaan . teknologi dosen terhadap kinerja pembelajaran mahasiswa melalui keterlibatan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Sguares-Structural Eguation Modelling (PLS-SEM) berbasis pendekatan Disjoint Two-Stage. Data diperoleh melalui survei terhadap 124 mahasiswa aktif dari Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta dan Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha Institut Nalanda Jakarta.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan dosen karismatik dan penggunaan teknologi pembelajaran memiliki pengaruh positif dan Signifikan terhadap keterlibatan mahasiswa dan kinerja pembelajaran. Selain itu, “keterlibatan mahasiswa terbukti memediasi hubungan antara kedua variabel tersebut dengan kinerja pembelajaran, yang berarti semakin tinggi karisma dan efektivitas penggunaan teknologi oleh dosen, semakin besar keterlibatan dan pencapaian akademik mahasiswa. Temuan ini memperluas teori kepemimpinan pendidikan dan keterlibatan mahasiswa dalam konteks multikultural dan lintas tradisi agama.
Unsur kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi model kepemimpinan dosen karismatik dan penggunaan teknologi dalam menjelaskan kinerja mahasiswa di dua institusi keagamaan yang berbeda, menghasilkan dataset primer orisinal yang berpotensi bertransformasi menjadi data sekunder sebagai evidence base kebijakan pendidikan nasional, ungkapnya.
Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Kepala Prodi Program Doktor Universitas Islam Jakarta) menegaskan bahwa dalam penelitian Dr Heru Budi Santoso ini penemuannya sangat arif, karena ternyata generasi Z yang sekarang kuliah di perguruan tinggi seperti mahasiswa Universitas Islam Jakarta maupun Institut Nalanda mereka melihat bahwa dosen itu yang penting punya inspirasi, visi dan sensitivitas akan kebutuhan-kebutuhan mahasiswa, bukan karismanya, meskipun karisma itu penting untuk menginspirasi tersebut, dan teknologi juga penting namun sebagai learning resource atau sumber belajar, daripada learning tools atau alat bantu pembelajaran yang dipakai oleh dosen, ungkapnya.
Usai menguji dan menyematkan Gelar Doktor kepada Dr. Budi Santoso, S.Pd, M.Pd, Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Dr. Ir. Raihan, M.Si mengungkapkan, bahwa Dr Heru Budi Santoso merupakan Lulusan Program Doktor (S3) UID yang ke 84, dan berhasil lulus dengan predikat Cumlaude atas karya penelitian yang berbeda dengan pada umumnya, Desertasinya sangat unik karena memadukan data Mahasiswa Universitas Islam Jakarta dengan Budha Institut Nalanda dalam satu Model kepemimpinan karismatik.
Dan penelitan ini membuktikan penggunaan teknologi memiliki dampak positif yang universal, terlepas dari latar belakang agama. (Pendekatan Lintas Agama (Multikultural) Disertasi ini tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademis, tetapi menghasilkan dataset primer orisinal pertama di Indonesia, terkait modelini Data Int siap digunakan oleh pembuat kebijakan, seperti Kementerian Agama dan Kemendikbudristek untuk merumuskan standar kompetensi dosen di perguruan tinggi keagamaan.( Fondasi Kebijakan Nasional (Evidence-Based Policy).
Disertasi ini menggunakan metodologi Disjoint Two-Stage PLS-SEM dan analisis IPMA (mportance-Performance Map Analysis) yang canggih untuk memberikan rekomendasi prioritas yang tepat sasaran.( Penggunaan Analisis Mutakhir), Relevansi dengan Tantangan Era Digital. Bagian ini berfungsi sebagai "pancingan" (hook) yang menunjukkan bahwa disertasi ini memberikan solusi atas masalah nyata yang dihadapi dunia pendidikan saat ini serta menjawab tantangan Generasi Z dan Alpha, Disertasi ini sangat relevan untuk menghadapi mahasiswa generasi baru yang sangat lekat dengan dunia digital sejak dini, yang menuntut pembelajaran yang lebih mendalam dan interaktif. Hingga mengatasi "Kematian Interaksi" di Kelas Daring, dimana Pembelajaran daring sering membuat mahasiswa merasa terisolasi dan kurang termotivasi akibat kurang sentuhan personal. Disertasi ini menawarkan solusi kongkret melalui perpaduan karisma dosen dan pemanfaatan teknologi untuk menghidupkan kembali ke virtual.
Temuan Kunci disertasi ini juga mengubah Paradigma (Key Findings) Sajikan penelitian dengan bahasa yang lugas dan berdampak Karismatik , Dosen Bukan Sekadar Gaya, Tapi Kunci Keterlibatan inspiratif, bervisi, dan peka (karismatik) terbukti secara positif dan signifikan menjadi pendorong terkuat, agar mahasiswa mau terlibat aktif di kelas. Dan Teknotogi Berdampak Langsung pada Nilai/Kinerja Penggunaan teknotogi bagi dosen baik untuk penyampaian materi maupun pengayaan, ungkap Prof Raihan.




