Dalang Millenial KRA. Ki H Gunarto Gunotalijendro, SH,MM Gelar Konser Wayang Milenial Indonesia Bersama Pondok Pesantren Salaf Tegal Rejo Magelang
Dalang Pemegang Rekor Muri Tahun 2024, Datuk Manggala Sastra Direja, Dalang Duta Budaya Internasional Eropa, Jepang, Amerika, Australia, Vatikan, Roma & Italy, China yang juga dikenal sebagai "Dalang Salto Sewengi Ping Seket" pada Sabtu, 24 Januari 2026 bertempat di Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf, Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah. menggelar "Konser Wayang Milenial Indonesia", dengan Lakon "SITI ZULAEKHAH WAHYU KASANTOSAN", acara tersebut juga Live Youtube Andhika Multimedia serta live TIK TOK, Instagram serta Twiter.
Pergelaran Wayang Kulit tersebut didukung oleh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Salaf Tegalrejo, Magelang, yang didirikan oleh K.H. Chudlori pada 1944, yang dikenal sebagai pesantren salaf yang akomodatif terhadap seni budaya lokal, termasuk wayang kulit. Dimana Wayang sering digunakan sebagai media dakwah atau perayaan di pesantren ini, sebagai perpaduan tasawuf dengan kearifan lokal.
Menurut pimpinan Pesantren Salaf Tegalrejo Magelang, pesantren Salaf tidak kaku terhadap budaya dan memandang wayang kulit sebagai sarana dakwah yang bernilai seni, Pagelaran wayang kulit diadakan di lingkungan Pondok sebagai bagian dari kegiatan kepengasuhan, dimana tradisi Salaf, Pesantren dengan metode tradisional serta terkenal dengan pendekatannya yang luwes, sering menggabungkan ajaran Islam yang dalam (tasawuf) dengan seni rakyat seperti wayang.
Pagelaran wayang memang sudah menjadi tradisi rutin untuk ikut menyambut Khataman di Pondok Pesantren API. Ini bukan sekedar syukuran biasa namun sebagai sarana syiar Islam. Selain itu, juga sebagai upaya untuk melestarikan budaya bangsa.
Dalang KRA Ki H Gunarto Gunotalijendro SH MM yang sangat piawai memainkan Wayangnya Salto kaping seket sawengi dalam pementasan lakon Siti Zulaikah Wahyu Kasantosan seperti biasanya, banyak humor, lelucon selera Milenial, joke-joke yang sedang trend saat ini tidak lupa diselipkan. Beliau juga memberi selingan para sinden untuk melantunkan tembang-tembang campur sari dan lagu yang sedang trend masa kini. Serta diselingi tari-tarian dari Pesantren Salaf Tegal Rejo, sehingga tontonan menjadi segar, menarik dan enggan untuk pulang sebelum usai.
Ki Gunarto yang juga bergelar sebagai "Datuk Manggala Budaya Sastra Diraja" dalam kiprah karyanya semakin meroket, mendunia, dikenal dan sukses selalu dalam setiap pentasnya. Dan selalu binerkahan lan karahayon Gusti Kang Moho Agung.
Dengan sabetan - sabetan Wayang Kulit serta Salto, selalu menghipnotis penonton hingga tidak menyurutkan perhatian masyarakat yang menyaksikan, sebagai momentum yang akan menjadi kenangan. Masyarakat pecinta Wayang Kulit pasti akan menikmati sabetan yang luwes dari "Sang Dalang Salto", beliau memiliki kemampuan unik dalam mendalang yang mencakup gaya bahasa yang mudah dipahami, keahlian memerankan adegan perang, juga dikenal sebagai dalang yang mampu menyentuh emosi penonton dan melestarikan wayang kulit di era modern, hingga mampu menciptakan suasana yang hidup dan menarik, sehingga penonton tidak ingin beranjak hingga pertunjukan selesai.
Dalang KRA Ki Gunarto Gunotalijendro SH.MH. juga mengajarkan tentang hakikat kehidupan dan kebenaran spiritual, serta mengandung pesan tentang pentingnya keberanian, kejujuran, ketekunan dalam mencari kebenaran. (Wartadipuro)








