Oktober 30, 2026
Pernusanews.com JAKARTA — Menjelang penayangan perdananya di bioskop Tanah Air, rumah produksi Amadeus Sinemagna menggelar konferensi pers dan gala premiere film komedi aksi keluarga berjudul GJLS: Berapi-Api di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).
Acara peluncuran ini menarik perhatian publik dengan menghadirkan dekorasi armada mobil pemadam kebakaran (damkar) sungguhan serta instalasi Bus Wahana Damkar GJLS yang dapat dicoba langsung oleh pengunjung dan media. Di pelataran bioskop, masyarakat diajak merasakan simulasi taktis sebagai petugas damkar, mulai dari mengenakan helm keselamatan hingga berfoto di samping kendaraan raksasa tersebut. Instalasi ini menjadi simbol penghormatan atas dedikasi dan nilai-nilai ksatria pemadam kebakaran.
Disutradarai oleh Monty Tiwa dan diproduksi oleh Indra Yudhistira, GJLS: Berapi-Api menjanjikan kualitas yang lebih matang dibandingkan karya trio komika ini sebelumnya. Film ini memadukan humor khas trio GJLS dengan nilai-nilai pelayanan damkar yang mencakup prinsip BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).
“GJLS: Berapi-Api hadir dengan skala produksi yang jauh lebih ambisius dan cerita yang lebih dekat secara emosional dengan masyarakat. Kami ingin film ini menjadi tontonan wajib… yang tak hanya mengocok perut, tetapi juga memberikan pesan positif,” ujar Executive Producer sekaligus CEO Amadeus Sinemagna, Indra Yudhistira.
Sutradara Monty Tiwa menambahkan, tantangan terbesar dalam mengarahkan trio GJLS adalah menjaga keaslian humor mereka tanpa terjebak pada repetisi formula lama. “Di film ini, komedi mereka kami bawa ke ranah yang punya aksi nyata, empati, dan konflik yang menyentuh,” tuturnya.
Cerita bermula dari tiga sahabat masa kecil Rigen (Rigen Rakelna), Rispo (Ananta Rispo), dan Hifdzi (Hifdzi Khoir) yang terobsesi menjadi pemadam kebakaran heroik. Namun, kegagalan dalam pelatihan bersama regu elite Algojo Api membuat mereka terjerat dalam tugas-tugas non kebakaran yang kerap diremehkan. Berniat mencari jalan pintas untuk membuktikan diri, ketiganya bersama Bu Guru Nana (Grace Emmanuela) justru terseret dalam konspirasi berbahaya untuk membongkar sindikat perdagangan anak.
Para pemeran utamanya mengungkapkan bahwa karakter dalam film ini merefleksikan perjalanan hidup mereka di dunia nyata. Rigen menyebut perannya mewakili mereka yang bermimpi besar namun harus menghadapi jalan terjal dengan konsistensi dan kerja keras. Sementara itu, Ananta Rispo dan Hifdzi Khoir menyoroti bagaimana film ini memperlihatkan sisi persaudaraan yang kuat di balik komedi yang disajikan.
Konferensi pers ini juga dihadiri oleh para pemeran lintas generasi, mulai dari Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Inayma, Sadha Triyudha, Nigel Siwabessy, Ebel Cobra, Khairul Umam, Rio Dumatubun, Yono Bakrie, Rizky Ritonga, hingga aktor cilik Raffan Al Aryan dan Mikhaira Embun. Kemegahan film ini turut diperkuat oleh lagu tema orisinal bertajuk “Api dan Mimpi” karya grup rock Barasuara. (Yaedi Hatami)










