YPLP PGRI Apresiasi Atas Berbagai Capaian Prestasi Unindra Dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Pada Selasa, 6 Oktober 2026, bertempat di Gedung Sasono Utomo TMII, Dalam merayakan sebuah pencapaian Gemilang yaitu Wisuda ke 105 Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA), Ketua Pengurus YPLP PT PGRI Jakarta, Drs H Diding Zainudin,MM dalam sambutannya mengapresiasi seluruh Pimpinan serta Dosen maupun mahasiswa Unindra yang membanggakan kita, dimana Unindra telah mendapatkan izin pembukaan program S3, dan menjadikan Unindra sebagai Perguruan Tinggi PGRI pertama, di antara 48 perguruan tinggi PGRI Indonesia yang membuka program Doktor. Kami juga sampaikan Selamat atas pembukaan program studi Profesi Konselor menjadikan Unindra satu-satunya perguruan tinggi swasta yang memiliki program tersebut.
YPLP PT PGRI Jakarta, mengapresiasi atas berbagai capaian prestasi di tingkat Provinsi maupun nasional yang diraih Unindra, berkat kerjasama serta kerja keras Rektor dan jajaran pimpinan serta dosen dan mahasiswa Unindra, serta telah melaksanakan Tri Dharma Perguruan tinggi bidang pengabdian kepada masyarakat, Yayasan mengapresiasi program pelestarian budaya Nusantara melalui pergelaran wayang kulit yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai Stasiun TVRI baik Jakarta maupun daerah di Indonesia, yang memperkenalkan budaya nusantara di luar negeri melalui program pagelaran wayang kulit di Rusia, India, Korea dan Malaysia, ungkap Drs H Diding Zainudin,MM
Sementara dalam sambutannya, Rektor Unindra , Prof. H Sumaryoto menegaskan, bahwa Wisuda ke 105 ini diikuti oleh 1.200 wisudawan Sarjana S1 maupun Magister (S2) dan sampai dengan semester genap 2025 - 2026, total lulusan Unindra sejak berdiri 22 tahun yang lalu sudah menghasilkan 121.930 lulusan.
Dan ini Tentunya bukan jumlah yang sedikit bagi perguruan tinggi seperti Unindra yang baru 22 tahun, jadi ini suatu rahmat Allah SWT yang patut kita syukuri, bahwa keluarga besar Unindra bukan jumlah yang kecil.
Untuk menghadapi era global seperti sekarang terutama guru-guru BK dengan semakin kompleksnya kenakalan remaja, pelanggaran-pelanggaran dan sebagainya termasuk kekerasan, maka peran guru Bimbingan dan konseling menjadi sangat penting, disitulah Unindra hadir, melalui Abdimas, kami sambil mengabdi pada masyarakat melalui ruang lingkup kekurangan guru BK, dengan memberikan Diklat gratis kepada para Guru, juga sambil mempromosikan Unindra dengan dana yang terjangkau, kualitas terjaga. itulah yang kita sampaikan kepada masyarakat, intinya bahwa dengan kemampuan yang ada kita sudah berusaha keras, bagaimana mencapai target, namun memang tidak bisa kita pungkiri banyak faktor yang menjadikan pada jumlah mahasiswa baru turun, termasuk yang lulus tamat SMA/ SMK juga turun. belum lagi dampak Global ekonomi secara nasional dan global, ini berpengaruh sekali termasuk Bagaimana sekarang banyak yang lari ke luar negeri. itu juga menjadi faktor yang menentukan, oleh karena itu di depan kita ini ada 1.200 lulusan baru, maka saya ingin mengetuk hati bapak ibu dan saudara sekalian bahwa alumni dengan almamater ibarat ibu dengan anak, secara formal saudara-saudara sudah selesai menuntut ilmu di kampus, tapi secara psikologis secara kejiwaan saudara dimanapun berada kita tetap lulusan Unindra, inilah bagaimana ketersentuhan para alumni karena dari hasil riset sederhana yang disampaikan oleh LPM Unindra lebih dari 70% bahkan masih baru mendapat informasi mendapat suatu data tentang Unindra itu melalui mahasiswa lama termasuk alumni, dengan jumlah 121.930 orang alumni, untuk itu cobalah terpanggil, Bagaimana ikut perduli, terutama dalam rangka pengembangan dan keberlanjutan almamater, pinta Prof Sumaryoto.
Cobalah kita peduli dengan Unindra yang membesarkan kita, saudara bisa menjadi Sarjana atau Magister pastinya adalah bantuan kontribusi dari almamater, melalui proses pembelajaran ini yang harus menjadi kesadaran kita bersama, Sekali lagi saya mengharapkan bantuan saudara-saudara, paling tidak ikut berusaha, mengarahkan serta mengajak calon mahasiswa untuk kuliah di Unindra, dan Alhamdulillah Unindra dengan segala keterbatasan, baru saja kita meraih hasil "Akreditasi Unggul". untuk prodi bimbingan dan konseling, Kepada orang tua Wisudawan yang sudah mempercayakan Unindra untuk mendidik putra-putri bapak ibu, sehingga sekarang di depan kita akan di Wisuda, dan terima kasih kepada segenap panitia yang sudah berupaya keras, sehingga wisuda bisa berjalan lancar, tertib, ungkap Prof H Sumaryoto.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta yang diwakili Tri Munanto,SE.,M.Ak ( Kepala Bagian Umum LL-DIKTI Wilayah III Jakarta) dalam sambutannya menegaskan bahwa, melalui Wisuda ke 105 ini, bukanlah Perjalanan yang sangat singkat, angka ini membuktikan konsistensi Unindra dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, Unindra dikenal dengan identitasnya yang merakyat, dimana kampus yang memberikan akses pendidikan luas tanpa mengorbankan seluruh kualitas akademik.
Di data Unindra ada 120.000 lulusan Unindra, jadi itu adalah jumlah yang sangat banyak, sehingga dari kampus ini sudah lahir ratusan ribu pendidik, inovator dan tenaga profesional yang tangguh.
Kebijakan pemerintah saat ini di bidang pendidikan kita sedang berfokus pada dampak, bahwa ijazah yang akan anda pegang tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, karena pengetahuan sains teknologi maupun ilmu keguruan yang anda pelajari harus bertransformasi menjadi solusi atas masalah di masyarakat.
Para Wisudawan yang hari ini akan disematkan gelar Akademik di belakang nama saudara, bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan tiket menjadi tanggung jawab dan dampak yang lebih besar, untuk itu kami dari LL-DIKTI Wilayah III Jakarta menitipkan setidaknya 3 pesan penting untuk bekal perjalanan para wisudawan wisudawati. yang pertama adalah kemampuan beradaptasi. Saudara akan memasuki dunia yang ditandai oleh pergeseran paradigma kerja dan percepatan transformasi digital, model bisnis tradisional sedang dirombak total oleh teknologi khususnya kecerdasan buatan, Saya berharap saudara tidak Gagap merespon perubahan-perubahan Yang Terjadi, jadilah " Pembelajar Sepanjang Hayat ", yang tangkas dan juga mudah beradaptasi serta memperbarui literasi digital dan kompetensi keilmuan saudara.
Yang kedua menjadi pembelajar yang resilier dan juga profesional, perjalanan menempuh pendidikan tinggi membutuhkan waktu, tenaga, pikiran bahkan finansial. banyak dari saudara yang berhasil melampaui tantangan untuk membagi fokus antara tuntutan akademik dan juga tanggung jawab profesional ataupun keluarga. itu menjadi aset yang berharga bahwa etos kerja pantang menyerah ini, ke lingkungan kerja nanti, karena kadang kapasitas kita untuk bertahan dalam sebuah tekanan itu seringkali lebih bernilai, daripada sekedar kecerdasan kognitif. dan yang ketiga, jadilah "Agen Perubahan" yang berpijak selalu pada integritas moral, kecerdasan intelektual. Dan akan mengantarkan Saudara pada posisi-posisi strategis di kantor ataupun nanti di masyarakat. etika dan karakter yang akan menjaga saudara untuk tetap eksis di sana dalam setiap pengambilan keputusan, baik di ruang kelas, di instansi pemerintah maupun di dunia korporasi. pastikan anda berdiri di atas prinsip kejujuran dan etika profesi, pintanya.
Kepada para orang tua, wali keluarga yang kami hormati, Saya turut bersukacita atas keberhasilan putra-putri bapak ibu semoga kebanggaan kita hari ini menjadi titik tolak keberhasilan yang lebih besar di masa depan.
Semoga Unindra terus berinovasi menjaga Marwah pendidikan dan semakin berjaya dalam melahirkan Insan Cendekia yang membawa dampak bagi Indonesia, kepada para wisudawan wisudawati kami yakin bisa berhasil di masa depan dan juga bisa membawa dampak yang nyata bagi masyarakat, teruslah melangkah, teruslah berdampak, pintanya.
Ketua PGRI Provinsi DKI Jakarta, Dr Adi Dasmin, MM dalam sambutannya juga menegaskan bahwa prosesi Wisuda merupakan acara yang sangat bersejarah terutama bagi para wisudawan, yang akan menjadikan waktu yang diingat oleh saudara yaitu di Wisuda Unindra, saudara-saudara hari ini bertambah gelar di dalam nama saudara, ini merupakan satu hasil perjuangan dengan waktu perjuangan, biaya serta doa, terutama dari orang tua, untuk mencari gelar yang terhormat dan bermartabat ini, perjuangan itu berada di satu kampus yaitu Universitas Indraprasta PGRI di dalam hati saudara terdapat nama Unindra.
Untuk itu mari kita ikut bertanggung jawab, ikut bangga sama Unindra dengan cara menginformasikan tentang Unindra kepada temannya kepada keluarganya kepada Batur salemburnya dan kepada siapa saja untuk mengajak kuliah di Unindra, pintanya.
Dimana kuliah di Unindra "Bermutu", tepat waktu dalam kuliah dan biaya kuliah di Unindra sangat terjangkau dalam pembiayaan sebagaimana saudara merasakan sendiri, Sekali lagi kami mengajak sampaikan informasi yang terbaik tentang Unindra, tambah Dr Adi Dasmin, MM.







