Polemik Ijazah Jokowi, Pernusa Soroti Peran Balik Layar Dasco

Nurul KRedaksi - Selasa | 15 September 2026 | WIB
Polemik Ijazah Jokowi, Pernusa Soroti Peran Balik Layar Dasco
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Polemik Ijazah Jokowi, Pernusa Soroti Peran Balik Layar Dasco

JAKARTA – Polemik tudingan mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang selama ini disuarakan Roy Suryo dan sejumlah pihak kembali mendapat sorotan. Kali ini, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro, menyoroti dugaan adanya peran Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di balik polemik tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Norman Hadinegoro saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (15/9/2026), menyusul unggahannya di media sosial Facebook yang menyinggung nama Dasco.

Dalam unggahan tersebut, Norman menulis, “Dasco bermain di balik kasus Roy Suryo. Hati-hati Dasco, kamu ketahuan.”

Norman mengaku menyayangkan jika benar terdapat keterlibatan Dasco dalam polemik yang berkaitan dengan Joko Widodo. Ia menilai persoalan tersebut berpotensi memengaruhi hubungan politik antara Jokowi dan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Dari hati yang paling dalam, kami sangat menyesalkan jika benar sosok Sufmi Dasco ada di balik permainan Roy Suryo dan kawan-kawan ini. Apakah Dasco lupa sejarah?” ujar Norman.

Menurut Norman, dirinya bersama relawan Pernusa merupakan bagian dari kelompok pendukung Joko Widodo yang kemudian turut memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.

Ia menilai keberhasilan Prabowo memenangkan Pilpres 2024 tidak terlepas dari dukungan berbagai kelompok relawan Jokowi.

“Bapak Jokowi memberikan dukungan kepada Prabowo sehingga kami para relawan juga bersemangat memenangkan Prabowo sebagai Presiden. Karena itu, saya meminta Dasco menjaga sikap agar tidak menimbulkan perpecahan atau mengganggu hubungan baik Prabowo dan Jokowi,” katanya.

Norman juga menyinggung perjalanan politik Prabowo sebelum akhirnya memenangkan Pilpres 2024. Menurut dia, dukungan Jokowi dan para relawan menjadi salah satu faktor penting dalam pertarungan politik tersebut.

“Dasco sudah lama bersama Pak Prabowo dan tentu memahami bagaimana beratnya pertarungan politik yang pernah dihadapi. Ketika dukungan dari relawan Pak Jokowi hadir, kemenangan Prabowo akhirnya bisa diraih,” ujarnya.

Ia bahkan mempertanyakan sikap Dasco yang dinilainya seolah-olah menjadi pihak yang paling berjasa dalam perjuangan politik Prabowo.

“Dasco jangan merasa paling berjuang. Sikap seperti ini justru menimbulkan pertanyaan di kalangan relawan Pak Jokowi. Apakah ada keinginan untuk memecah hubungan kedua pemimpin tersebut?” kata Norman.

Soroti Pernyataan Saat Mikrofon Belum Dimatikan

Selain polemik ijazah, Norman juga kembali menyinggung peristiwa ketika mikrofon Dasco disebut masih aktif seusai sebuah acara di kompleks DPR RI. Pernyataan yang terdengar dari mikrofon tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik karena memuat kalimat yang dinilai berkaitan dengan Joko Widodo.

Norman mengaku tindakan tersebut melukai perasaan sebagian relawan dan masyarakat yang masih memiliki kedekatan emosional dengan kepemimpinan Jokowi.

“Dasco harus berhati-hati dalam bersikap. Pak Jokowi juga memiliki peran dalam perjalanan politik Prabowo. Jangan sampai pernyataan atau tindakan yang dianggap merendahkan Jokowi justru menimbulkan persoalan baru,” tegasnya.

Norman kemudian mengingatkan Dasco agar tidak mengambil sikap yang menurutnya dapat memperkeruh hubungan antara Jokowi dan Prabowo.

“Pak Jokowi banyak berjuang untuk kemenangan Presiden Prabowo. Karena itu, jangan sampai ada pihak yang justru membuat hubungan kedua pemimpin tersebut menjadi renggang,” pungkasnya.

Muncul di Kolom Komentar

Sementara itu, unggahan Norman Hadinegoro di Facebook juga mendapat sejumlah tanggapan dari warganet. Salah satu komentar datang dari akun @Fransiscus E Walenta Dede yang mengaitkan persoalan tersebut dengan peristiwa mikrofon yang disebut masih aktif.

“Sepertinya iya. Kan ingat saat selesai acara di gedung DPR RI, Dasco ngomong saat mic belum off. ‘Asal jangan saja teriak hidup Jokowi.’ Setelah kejadian itu cepat-cepat Dasco klarifikasi dan mengatakan hubungannya dengan PSI baik-baik saja,” tulis akun tersebut.

Hingga berita ini ditulis, tudingan Norman Hadinegoro mengenai dugaan keterlibatan Sufmi Dasco Ahmad di balik polemik yang melibatkan Roy Suryo merupakan pernyataan dan penilaian dari pihak Pernusa. Klaim tersebut perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada Sufmi Dasco Ahmad maupun pihak-pihak yang disebut agar pemberitaan tetap berimbang.