PATLI Siap Bantu Atasi Masalah Transportasi ditengah Pandemi Covid 19

Nurul KRedaksi - Sabtu | 09 Januari 2021 | WIB
PATLI Siap Bantu Atasi Masalah Transportasi ditengah Pandemi Covid 19
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

Menyikapi Permasalahan Transportasi Ditengah Pandemi Covid 19, Para Ahli Transportasi Dan Logistik Bentuk Wadah PATLI

Transportasi dan Logistik memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional, namun dalam penyelenggaraan transportasi dan logistik dari sebelum adanya penyebaran Virus Corona ke Indonesia hingga hari ini permasalah transportasi sangat rumit, bahkan kebijakan pencegahan pandemi Covid 19, telah membuat banyak usaha transportasi dan logistik terdampak, hingga banyak usaha transportasi dan logistik yang harus menghentikan usahanya, sehingga peran Para Ahli trasnportasi dan logistik sangat dibutuhkan dalam upaya membangun kembali keberlangsungan transportasi secara nasional. Dan pada Jumat 8 Januari 2021 para Ahli Transportasi dan Logistik menggelar Deklarasi pembentukan Perkumpulan Ahli Transportasi dan Logistik Indonesia (PATLI), Acara yang digelar di Auditorium Institut Transportasi dan Logistik Trisakti tersebut, juga digelar secara Daring dengan fasilitas Zoom, dan tetap mengacu pada aturan protokol kesehatan Covid -19.

Muchtarudin Siregar selaku Deklarator yang juga Penggagas PATLI, dalam sambutannya secara Daring menegaskan, dibentuknya PATLI ini merupakan upaya kontribusi dari Para Ahli Transportasi dan Logistik dalam pembangunan nasonal, khususnya dibidang trasportasi dan logistik, dan diharapkan langkah dan gerak PATLI mampu memajukan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan Indonesia secara menyeluruh.

Kerjasama dengan seluruh lembaga pendidikan juga harus dikembangkan, karena majunya sebuah negara, tidak lepas dari peran sumber daya manusia itu sendiri, untuk itu PATLI harus mampu menyiapkan SDM yang siap bersaing di kancah persaingan global, khususnya bidang transportasi dan logistik, harapnya.

Sektor Trasnportasi dan Logistik merupakan sektor yang menjadi urat nadi perekonomian nasional Indonesia, namun harus diakui dalam penyelenggaraan trasportasi di Indonesia dari sebelum Covid hingga hari ini Pandemi Covid 19 masih tinggi di Indonesia, maka permasalahan transportasi juga semakin rumit, untuk itulah para Ahli Transportasi dan Logistik bersepakat menggagas berdirinya, Perkumpulan Ahli Transportasi dan Logistik Indonesia. Jadi dengan terbentuknya PATLI ini diharapkan kebijakan pemerintah lebih berhati-hati, dan tetap memperhatikan keberlangsungan dunia usaha dan industri trasnportasi dan logistik secara menyeluruh.

Hal senada juga diungkapkan Yulius Yudha Halim, dalam sambutannya mewakili Ketua Yayasan Trisakti, mengaku mendukung penuh dibentuknya PATLI ini, meskipun didalamnya banyak dari Pensiunan Kementerian Perhubungan yang masih berkontribusi dalam pembangunan nasional, namun hendaknya didalamnya nanti juga memasukkan anak-anak muda generasi Millennial yang cerdas-cerdas, organisasi harus eksis dengan gerakan-gerakan yang bermanfaat, kemudian membangun konsolidasi ke seluruh wilayah Indonesia dan kegiata adalah Kontribusi dalam memajukan transportasi dan logistik, harapnya.

Ketua Umum PATLI periode 2020 - 2024, Dr Tjuk Sukardiman menegaskan, bahwa terbentuknya Perkumpulan Ahli Transportasi dan Logistik Indonesia ini tak lepas dari peran para senior Kementerian Perhubungan RI yang terus berkontribusi dalam pembangunan di tanah air, dan dengan kondisi perhubungan seperti saat ini, maka PATLI harus bekerja keras untuk memberikan masukan pada pemerintah, dan program pertama adalah dengan melakukan survei pemetaan permasalahan strategis perhubungan yang terjadi, dan untuk memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan transportasi dan logistik secara nasional.

Dengan Pandemi Covid 19, dibutuhkan inovasi-inovasi untuk mengatasi berbagai permasalahan di transportasi dan logistik, kita lihat masih banyak isu-isu yang belum tertangani dengan baik, untuk memecahkan permasalahan yang strategis, dalam rangka memecahkan permasalahan dunia industri. Dan salah satu visi dan misi PATLI adalah bagaimana agar terciptanya penyelenggaraan transportasi dan logistik secara efisien dan efektif, yang betul-betul terintegrasi dengan sektor-sektor lain. dan tentunya peranan para ahli sangat diperlukan, oleh karena itu para ahli juga berkeyakinan bahwa perlu pewarisan pada generasi - generasi berikutnya di lingkungan Perhubungan.

Ini akan kita laksanakan nanti peranan kita adalah memberikan masukan-masukan pada semua pihak, tidak hanya pemerintah tapi juga sektor swasta di dunia usaha dan industri, oleh karenanya PATLI ini juga akan membangun suatu kolaborasi ABG, yaitu Academicians, Business Society dan Goverment officers, dan kami selaku Rektor ITL Trisakti sangat bersyukur dengan kepercayaan para ahli Transportasi dan Logistik dalam kegiatan Deklarasi PATLI ini, paparnya.

Perkumpulan Ahli Transportasi dan Logistik Indonesia harus berpikir secara makro, dengan konsep strategis memecahkan masalah nasional dibidang transportasi dan logistik, kalau saat ini trasnportasi laut masih devisit dalam menyumbangkan APBN, maka PATLI harus mampu memecahkan permasalahan hingga seluruh transportasi darat, laut, udara dan perkeretaapian harus mampu surplus dalam menyumbangkan APBN, ini menjadi tantangan kedepan PATLI, secepatnya kita akan melakukan survei pemetaan permasalahan strategis trasportasi di Indonesia, tegas Dr Tjuk Sukardiman.

Pengamat Penerbangan Sunaryo, yang juga mantan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub juga menegaskah, bahwa Sektor Trasportasi Udara khususnya penerbangan mengalami masalah besar, karena penerbangan domestik yang seharusnya masih bisa di buka, namun banyak yang harus di hentikan, kalau aturan harus 50% atau 75% penumpang, seharusnya bisa ditembah hingga 100%, dengan syarat seluruh penumpang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang harganya hanya 25 ribu rupiah, namun usulan tersebut tidak diterima dan justru di lakukan di Singapura, Subsidi penerbangan masih diberikan pada jalur yang justru penerbangan orang berduit seperti Jakarta - Bali, padahal seharusnya subsidi diberikan ke jalur daerah lain yang juga ada pembatasan. Disamping itu Banyak aturan yang belum dilakukan secara konsisten dalam penerbangan Indonesia, disinilah kami berharap PATLI bisa memberikan masukan pada regulator, pintanya.

Umar Rusdi, Senior Pejabat Perhubungan RI, dalam sambutannya juga menegaskan, bahwa PATLI ini merupakan kolaborasi dari berbagai masyarakat Transportasi dan Logistik, baik yang datang dari Akademisi, Dunia Usaha dan Industri maupun Pemerintah, dibawah kepemimpinan Dr Tjuk Sukardiman dan M Yusuf, pihaknya yakin PATLI akan mampu berkontribusi dalam pembangunan Indonesia, serta berkontribusi dalam menyiapkan SDM Transportasi dan Logistik, untuk pembangunan Transportasi saat ini dan kedepan, perkumpulan ahli transportasi dan logistik ini kami yakin mampu membantu pemerintah dan dunia usaha dan industri trasportasi ditengah Pandemi Covid 19, dan penyalurannya akan lebih terarah, PATLI harus secepatnya melakukan MoU dengan seluruh stakeholders, tegasnya.

John Respati Ketua Umum MASKEEI dalam sambutan via zoom Online juga mendukung penuh dengan terbentuknya PATLI ini, dalam mendukung transportasi nasional, kedepan PATLI diharapkan juga berperan aktif dalam pemanfaatan energi transportasi yang efektif dan evisien, dukung terus pengembangan transportasi berbasis energi terbarukan, demi keberlangsungan trasportasi di Indonesia, pintanya.

Sementara Menteri Perhubungan RI, yang diwakili Dr Umar Arif (staf ahli Menhub) juga mengapresiasi dengan deklarasi Perkumpulan Ahli Transportasi dan Logistik Indonesia hari ini, PATLI sebagai wakil masyarakat diharapkan akan berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah, karena Kemenhub harus mengajak bicara unsur masyarakat yang mewakili seperti PATLI, dalam pembentukan peraturan dan kebijakan, sehingga kebijakan pemerintah lebih legitimate dan bisa dilaksanakan dengan baik, tentunya kami atas nama Kementerian Perhubungan RI meminta peran PATLI lebih besar lagi dalam pembangunan Transportasi dan Logistik saat ini dan kedepan, tegasnya. (Red).