MASTAMA, Sarana Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru Universitas Islam Jakarta

Nurul KRedaksi - kamis | 22 Oktober 2020 | WIB
MASTAMA, Sarana Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru Universitas Islam Jakarta
FOTO : PERNUSA / ISTIMEWA

MASTAMA, Sarana Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru Universitas Islam Jakarta

Sebagaimana tradisi dalam mengawali perkuliahan di Universitas Islam Jakarta (UID), civitas akademika menggelar Masa Taaruf Mahasiswa (Mastama) kegiatan tersebut juga sebagai upaya memahami tata-tertib, peraturan dan Proses Perkuliahan di Universitas Islam Jakarta, bagi mahasiswa baru tahun akademik 2020 - 2021, dan untuk Mastama kali ini digelar dengan Webinar, mengingat Pandemi Covid -19 belum berakhir.

Rektor Universitas Islam Jakarta, Prof. Raihan disela Mastama, Kamis 22 Oktober 2020, pada wartawan menjelaskan, bahwa pihaknya bersyukur mesti ada penurunan 20% dalam penerimaan mahasiswa baru, namun peminatan mahasiswa terhadap program studi yang ada, masih merata prodi PAI, Ekonomi Syariah, Hukum, Teknik Industri, pada program Sarjana (S1), Pasca Sarjana/Magister (S2) maupun Doktor (S3). Dan terbanyak adalah Program Pendidikan Agama Islam, dan mahasiswa baru saat ini juga diantaranya mendapatkan beasiswa dari Yayasan Wakaf Universitas Islam Jakarta maupun dari Pemerintah, bagi lulusan SMA/K maupun MA yang berminat untuk kuliah dengan beasiswa, masih diberi kesempatan untuk mendaftarkan diri.

Untuk Perkuliahan ditahun akademik 2020 - 2021, di kampus Universitas Islam Jakarta, sebagaimana aturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, selama masa pandemi Covid 19, maka perkuliahan masih diselenggarakan dengan kuliah jarak jauh atau Daring, untuk kuliah tatap muka masih menunggu ijin atau ketentuan dari pemerintah, dan di UID untuk daring telah memiliki fasilitas khusus, berbasis LMS, baik dengan e-learning maupun portal edukasi yang bisa dilakukan dalam proses belajar mengajar antara dosen dengen mahasiswa, dan e-learning ini merupakan sistem mulai dari penyampaian materi sampai kepada evaluasi. Dan saat ini Pemerintah telah memberi kemudahan dalam belajar Daring, salahsatunya adalah bantuan paket internet.

Dimasa pandemi covid -19 saat ini, telah banyak pembaharuan, salahsatunya adalah dengan aturan yang diatur dalam Kampus Merdeka - Merdeka Belajar, dengan penyempurnaan kurikulum, demikian juga devinisi dari jam belajar dirubah menjadi jam kegiatan, untuk capaian pembelajaran untuk S1, 8 semester nantinya hanya 5 semester di kampus, dan 2 semester kegiatan di luar kampus, dan 1 semester boleh menimba ilmu pada Program Studi lain, baik di kampus sendiri maupun kampus lain, serta kampus di dalam maupun di luar negeri. Ini artinya lebih mempertimbangkan hard skill dan soft skill. Ada 8 kegiatan diluar kampus yang bisa dipilih mahasiswa, apakah Magang Kerja, Riset, Membantu Desa Tertinggal (KKN Tematik), Proyek kemanusiaan, Proyek Independen, maupun membangun Kewirausahaan. Dan Universitas Islam Jakarta telah membuat panduan untuk kegiatan tersebut.

Untuk mendukung program magang dan kuliah antar perguruan tinggi, UID juga telah membangun kerjasama dengan Industri maupun kampus lain, untuk itu nantinya kita akan merespon jika memang ada mahasiswa yang ingin magang di perusahaan, dan akan kita tindaklanjuti, termasuk kuliah prodi lain, termasuk pertukaran pelajar ke luar negeri, untuk itu dalam Mastama hari ini, kami meminta para mahasiswa, mesti dengan perkuliahan yang berbeda di masa pandemi, mahasiswa harus tetap bersemangat dalam menjalani proses belajar mengajar, di era perkuliahan jarak jauh ini, tegas Prof. Raihan. (Red).